Minggu, 08 Desember 2013

Masalah Break Event Point (Titik Impas)

Tugas Pengantar Bisnis Ke-7...


Masalah Break Event Point (BEP)



Break Even Point adalah kondisi dimana perusahaan tidak mengalami untung dan tidak mengalami kerugian. Jadi dapat dikatakan bahwa perusahaan yang mencapai titik break event point ialah prusahaan yang telah memiliki kesetaraan antara modal yang dikeluarkan untuk proses produksi dengan pendapatan produk yang dihasilkan.




B. Analisa BEP (Break Even Point)
Analisa BEP adalah alat yang digunakan untuk menentukan besaran harga dan anggaran yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan untuk mencapai BEP. Dalam melakukan analisa BEP, perusahaan akan meperoleh volume produksi, penjualan, dan keuntungan yang akan diperoleh, serta waktu yang diperlukan untuk mencapai BEP.

Note : semakin banyak barang yang diproduksi, semakin rendah nilai harga jual, dan semakin lama proses mencapai BEP, namun semakin mudah untuk mengikat konsumen. Begitu pula sebaliknya, semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin tinggi nilai jual barang, dan semakin cepat untuk mencapai BEP.
Rumus analisa BEP :
BEP = Total Fixed Cost / (Harga perunit - Variabel Cost Perunit)
Contoh perhitungan : Seseorang dengan modal Rp 10.000.000 ingin melakukan bisnis usaha makanan martabak telor dengan harga jual per unitnya ialah Rp 15.000. Besar biaya produksi martabak telor tersebut ialah Rp 10.000. Berapa buah kah martabak telor yang harus diproduksi dengan harga Rp. 15.000 untuk mencapai titik BEP? Jawab :


BEP = 10.000.000 / ( 15.000 - 10.000 )

BEP = 10.000.000 / 5.000

BEP = 2.000 buah

Jadi, untuk mencapai titik BEP, martabak yang harus diproduksi
ialah sebanyak 2.000 buah.



Asumsi - asumsi dalam mengadakan BEP :
  1. Harga jual produk harus tetap
  2. Tidak menggunakan lebih dari satu jenis produk, apabila menggunakan lebih dari satu jenis produk maka menggunakan perhitungan analisa BEP tersendiri
  3. Produksi haruslah konstan
  4. Semua biaya besaran produksi dapat diukur secara realistik



C. Kegunaan Break Even Point 
BEP sangat berguna bagi perusahaan untuk menentukan besaran jumlah produksi yang akan dihasilkan dan nilai harga jual barang tersebut. Dengan menerapkan analisa BEP, perusahaan dapat melihat laba, kerugian, harga jual, produksi, keuntungan, dan lain sebagainya yang telah dapat diprediksi sebelumnya, sehingga mempermudah bagi pemimpin perusahaan untuk menentukan kebijaksanaan.





D. Masalah yang perlu dihadapi dalam analisis Break Even Point
Sekalipun Analisa break even ini banyak digunakan oleh perusahaan, tetapi tidak dapat dilupakan bahwa analisa ini mempunyai beberapa masalah, seperti :

1 Asumsi tentang linearity 

Pada umumnya baik harga jual per unit maupun variabel cost per unit, tidaklah berdiri sendiri terlepas dari volume penjualan. Dengan perkataan lain, tingkat penjualan yang melewati suatu titik tertentu hanya akan dicapai dengan jalan menurunkan harga jual per unit. Hal ini tentu saja akan menyebabkan garis renevue tidak akan lurus, melainkan melengkung. Disamping itu variabel operating cost per unit juga akan bertambah besar dengan meningkatkan volume penjualan mendekati kapasitas penuh. Hal ini bisa saja disebabkan karena menurunnya efesiensi tenaga kerja atau bertambah besarnya upah lembur.


2. Klasifikasi biaya 

Masalah kedua dari analisa break even point adalah kesulitan di dalam mengklasifikasikan biaya karena adanya semi variabel cost dimana biaya ini tetap sampai dengan tingkat tertentu dan kemudian berubah-ubah setelah melewati titik tersebut.

3. Jangka waktu penggunaan
  Masalah lain dari analisa break even point adalah jangka waktu penerapanya yang terbatas, biasanya hanya digunakan di dalam pembuatan proyeksi operasi selama setahun. Apabila perusahaan mengeluarkan biaya-biaya untuk advertensi ataupun biaya lainnya yang cukup besar dimana hasil dari pengeluaran tersebut (tambahan investasi) tidak akan terlihat dalam waktu yang dekat sedangkan operating cost sudah meningkat, maka sebagai akibatnya jumlah pendapatan yang harus dicapai menurut analisa break even point agar dapat menutup semua biaya-biaya operasi yang bertambah besar juga.

Masalah Persediaan Barang

Tugas Pengantar Bisnis ke-6...


Masalah Persedian Barang




1) Pengertian Persedian Barang

Persediaan dapat diartikan sebagai barang-barang yang disimpan untuk digunakan atau dijual pada masa atau periode yang akan datang. Persediaan terdiri dari persediaan bahan baku, persediaan bahan setengah jadi dan persediaan barang jadi. Persediaan bahan baku dan bahan setengah jadi adalah barang yang disimpan sebelum digunakan atau dimasukkan ke dalam proses produksi, sedangkan persediaan barang jadi atau barang dagangan disimpan sebelum dijual atau dipasarkan. Dengan demikian setiap toko yang melakukan kegiatan usaha umumnya memiliki persediaan.

Persediaan merupakan suatu model yang umum digunakan untuk menyelesaikan masalah yang terkait dengan usaha pengendalian bahan baku maupun barang jadi dalam suatu aktifitas toko.
Maka dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian pengendalian persediaan merupakan suatu usaha memonitor dan menentukan tingkat komposisi bahan yang optimal dalam menunjang kelancaran dan efektifitas serta efisiensi dalam kegiatan toko.

2) Faktor Persediaan Barang
Dikarenakan persediaan merupakan salah satu faktor yang menentukan kelancaran produksi dan penjualan, maka persediaan harus dikelola secara tepat. Dalam hal ini toko harus dapat menentukan jumlah persediaan optimal, sehingga di satu sisi kontinuitas produksi dapat terjaga dan pada sisi lain toko dapat memperoleh keuntungan, karena toko dapat memenuhi setiap permintaan yang datang. Karena persediaan yang kurang akan sama tidak baiknya dengan persediaan yang berlebihan, sebab kondisi keduanya memiliki beban dan akibat masing-masing.

Bila persediaan kurang, maka toko tidak akan dapat memenuhi semua permintaan sehingga akibatnya pelanggan akan kecewa dan beralih ke perusahaan lainnya. Sebaliknya, bila persediaan berlebih, ada beberapa beban yang harus ditanggung, yaitu :
1) Biaya penyimpanan di gudang, semakin banyak barang yang disimpan maka akan semakin besar biaya penyimpanannya.
2) Risiko kerusakan barang, semakin lama barang tersimpan di gudang maka risiko kerusakan barang semakin tinggi.
3) Risiko keusangan barang, barang-barang yang tersimpan lama akan “out of date” atau ketinggalan jaman.


3) Masalah yang kerap timbul dalam persediaan barang yaitu :

1. Penentuan lokasi persedian dan sistem penyimpanannya
        Penentuan lokasi persediaan dalam mengambil keputusan-keputusan perlu dikembangkan dan direncanakan sedemikian rupa sehingga lokasi persediaan tidak menimbulkan kerugian-kerugian yang berkepanjangan. Penentuan lokasi persediaan barang ini akan menimbulkan permasalahan bagi manajemen, seperti :
    a. Jumlah dan ukuran persediaan
    b. Penanganan persediaan
    c. Pengangkutannya
 Sedangkan dalam operasinya, perusahaan juga harus memilih metode penyimpanannya seperti gudang, apakah gudang diusahakan milik sendiri atau menyewanya.

2. Penentuan sistem penanganan barang 
                      Kebijaksanaan dalam menentukan sistem penanganan barang juga tidak kalah pentingnya dalam keputusan manajemen, karena penentuan ini juga mengorbankan pengeluaran atau biaya yang besar. Kebijaksanaan ini dimaksudkan dalam penentuan peralatan penanganan barang menuju tempat penyimpanan, seperti : truk, derek dan sebagainya.
 Secara umum, sistem penaganan barang yang dapat digunakan antara lain :
    a.  Paletisasi
    b.  Pengemasan

3. Penggunaan sistem pengawasan barang
                          Sistem pengawasan barang bertujuan untuk meminimumkan jumlah investasi yang diperlukan dan meminimumkan fluktuasi dalam persediaan sambil menjalai pesanan dan pembeli. Besarnya persediaan sangat ditentukan oleh keseimbangan kebutuhan pasar dan faktor biaya. Permintaan pasar dapat diukur dengan menggunakan analisis ramalan penjualan dan faktor biaya harus dipertimbangkan, yaitu ongkos penyimpanannya.
 

Kamis, 05 Desember 2013

Masalah Komunikasi

Tugas Pengantar Bisnis Ke-4...

   Masalah Komunikasi



Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi diantara dua orang atau lebih dengan harapan terjadinya pengaruh yang positif atau menimbulkan efek tertentu yang diharapkan. Komunikasi adalah persepsi dan apresiasi.

Komunikasi bisnis adalah proses pertukaran pesan atau informasi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi produk kerja di dalam struktur (jenjang / level) dan sistem organisasi yang kondusif. Dalam kegiatan komunikasi bisnis, pesan hendaknya tidak hanya sekedar informatif, yaitu agar pihak lain mengerti dan tahu, tetapi juga haruslah Persuasif, agar pihak lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan atau melakukan suatu perbuatan atau kegiatan.

Pentingnya Kemampuan Komunikasi Bisnis
Tantangan seorang manajer di masa depan relatif akan semakin sulit, yang menuntut kemampuan untuk mengkomunikasikan ide gagasan dan tujuan dalam lingkungan organisasinya serta bagaimana menyampaikan produk atau jasa yang dimilikinya kepada pelanggan. Di sisi lain, proses manajemen, adalah suatu aktivitas komunikasi.
Terdapat 6 kendala yang mungkin muncul saat manajer mengkomunikasikan bisnis organisasinya, yaitu :
1. Struktur komunikasi yang buruk
Struktur komunikasi adalah faktor esensial, yang menentukan baik-buruknya komunikasi bisnis. Tidak penting apakah audiencenya hanya satu orang atau ribuan orang dan sekalipun di tengah bisingnya lingkungan bisnis dan pemasaran, pesan yang disampaikan haruslah terdengar dan dimengerti.

2. Penyampaian yang lemah
Tidak menjadi menjadi masalah, apakah pesan itu penting atau impresif. Namun apabila disampaikannya tanpa “sentuhan yang kuat”, hasilnya tidak akan dapat menyakinkan orang lain sesuai harapan. Disamping itu, meskipun telah dilakukan “sentuhan “ yang sudah tepat ternyata seringkali juga masih memerlukan waktu untuk mendapatkan respons. Dengan demikian, pesan yang kuat, tidak boleh seperti lawakan yang tidak lucu. Pesan yang disampaikan haruslah ‘menyentuh’ secara kuat dan telak, tidak sekedar mengelus-elus atau mengingatkan.

3. Penggunaan media yang salah
Perlu untuk mempertimbangkan siapa, dari kalangan atau status sosial mana dan karakteristik unik lainnya dari sasaran yang kita tuju, sehingga kita dapat memilih media yang tepat. Jika pesan yang disampaikan sangat kompleks, berikanlah ruang agar audience kita dapat mencerna pesan tersebut secara lebih leluasa, sesuai kecepatan mereka, seperti di kamar tidur, kamar mandi, televise, radio, majalah, koran dan lain sebagainya.

4. Pesan yang campur aduk
Pesan yang campur aduk, hanya akan menimbulkan kebingungan atau bahkan cemoohan dari audience. Seperti, larangan untuk memberikan hadiah kepada klien, tetapi pada saat yang sama memberikan pengecualian untuk klien-klien baru atau pelanggan VIP yang berpotensi besar pada bisnis perusahaan. Sementara, kriteria dari klien potensial atau pelanggan VIP tersebut tidak dirinci secara jelas.

5. Salah Audience
Topik yang dipilih hendaknya relevan dan sesuai dengan ekspektasi audience. Sebagai contoh, misalnya dalam event pertemuan antara wakil dari Pemerintah dan Pengusaha, namun dalam presentasi disajikan tentang analisis situasi politik dan pemerintahan, sedangkan para pengusaha, sebenarnya lebih mengharapkan penjelasan bagaimana tindakan atau langkah-langkah konkrit yang diambil pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.

6. Lingkungan yang mengganggu

Lingkungan yang mengganggu jelas merupakan kendala dalam komunikasi, sehingga pesan yang disampaikan tidak dapat diterima / didengar secara optimal. Seperti Suara penyaji yang tidak cukup terdengar oleh Audience, Suara keras dari luar ruangan, (seperti raungan sirine ambulan atau suara lalu lintas yang padat ), Bunyi handphone dari kantong audience, Interupsi, Sesi bicara yang menegangkan, dsb. Oleh karena itu, perlunya pemilihan tempat yang tepat serta upaya agar audience fokus dengan pesan yang disampaikan.
Kendala komunikasi bisnis dapat bermacam-macam, namun dengan kehati-hatian serta kecermatan, sebagian kendala tersebut akan dapat diatasi. Seiring dengan perkembangan teknologi dan sistim informasi, komunikasi berkembang menjadi suatu bisnis tersendiri. Perkembangan teknologi yang semakin pesat, memungkinkan orang untuk berkomunikasi melalui berbagai macam media. Tantangan ke depan, bukan saja sekedar menjual produk & jasa perusahaan, tetapi bagaimana menyampaikan pesan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan dapat memberikan manfaat kepada banyak orang dari berbagai ragam budaya, latar belakang, dan sebagainya. Proses penyampaian pesan atau informasi tersebut, dapat dilakukan secara satu arah, seperti melalui media elektronik atau media cetak juga dapat dilakukan secara dua arah (interaktif) melalui jaringan internet.

Di era globalisasi ini, tantangan seorang manajer di masa depan relatif akan semakin sulit, karena dunia bisnis menghadapi lingkungan persaingan yang cenderung semakin banyak. Para manajer perlu membekali diri dengan keterampilan lintas budaya, berupa kemampuan berinteraksi dengan berbagai ragam budaya dan gaya manajemen / bisnis bangsa lain. Disini peran komunikasi bisnis menjadi semakin sangat penting, yaitu kemampuan membaca, menafsirkan laporan dan informasi dari lingkungan. Disamping menyampaikan gagasan, baik lisan maupun tertulis secara sistematik.

Aktivitas e-bisnis di Indonesia, merupakan tantangan tersendiri bagi para manajer untuk mengkomunikasikan bisnisnya kepada masyarakat yang mayoritas masih awam terhadap sistem penjualan on line melalui perbaikan sistem, pemupukan tingkat kepercayaan masyarakat serta pemberian edukasi yang berkesinambungan.

Nilai Waktu Uang

Tugas Pengantar Bisnis Ke-3 ...

NILAI WAKTU UANG



Time Value of Money adalah nilai waktu dari uang, di dalam pengambilan keputusan jangka panjang, nilai waktu memegang peranan yang penting. Seiring dengan pesatnya perkembangan bisnis, konsep nilai waktu dari uang telah mendapat tempat yang demikian penting. Berikut adalah beberapa contoh terapan yang terkait dengan konsep nilai waktu dari uang :  

1) Future Value of Single Sum
               Future Value (Nilai Masa Depan) merupakan nilai dari jumlah dana yang ada sekarang pada suatu tanggal tertentu dimasa depan dengan mengaplikasikan bunga majemuk (compound interest) dalam suatu periode waktu tertentu. 
     Formula dari Future Value : 
      Keterangan :
      FV : Nilai Mendatang
      PV : Nilai Sekarang
                                                            i     : Rate / Tingkat Bunga
                                                            n    : Jangka Waktu / Tahun Ke-n

> Contoh Soal <
 @ Ratna menyimpan uang sebesar Rp. 1.000.000,00 di Bank DKI dengan tingkat suku bunga 6 %
      setahun. Maka berapakah uang Ratna ditahun ke-4 ? 
       Jawab : 
     - Dik : PV = Rp. 1000.000
                i    = 6 %
                n   = 4
    - Dit :  FV 4............................?
      Penyelesaian : 
      * Uang di tahun pertama                        * Uang di tahun ke-4
        FV1= PV (1+i)                                      FV 4= PV (1+i)4
               = 1.000.000 (1+0,06)                             = 1.000.000 (1+0,06)4                   
               = 1.000.000 (1,06)                                 = 1.000.000 (1.06)4
               = 1.060.000                                            = 1.262.000

2) Present Value of Single Sum 
             Present Value (Nilai Sekarang) merupakan nilai yang diperoleh di masa mendatang. Nilai dari sejumlah uang yang saat ini dapat dibungakan untuk memperoleh jumlah yang lebih besar dimasa mendatang.
Formula dari Present Value :
 
      Keterangan :
      PV : Nilai Sekarang
      FV : Nilai Masa Depan
                                                            i     : Rate / Tingkat Bunga
                                                            n    : Jangka Waktu / Tahun ke-n

> Contoh Soal <
@ Saat pensiun 5 tahun lagi Pak Bimo akan mendapatkan uang Rp. 500.000.000. Berapakah nilai uang Rp. 500.000.000 saat ini, dengan asumsi pemerintah mampu mempertahankan inflansi satu digit, misal 8 % pertahun?
Jawab : ...
-Dik : FV= Rp. 5.000.000.000
          i    = 8 % = 0,08
          n   = 5
- Dit : PV = ...............??
Penyelesaian :
  PV = FV / (1+i)n
        = 5.000.000.000 / (1+0,08)5
        = 5.000.000.000 / 1,46
        = 342.465.753

3) Future Value Anuity  
               Nilai masa depan anuitas yang memberikan nilai dari sebuah perencanaan tabungan yang dilakukan secara tetap baik besaran dan waktunya selama jangka waktu tertentu.
Formula Future Value Anuity :
                                                    
                                                                              Keterangan :
FVA = X {(1+r)n-1}/r               FVA : Future Value Anuity
                                                                            X     : Jumlah pembayaran
                                                                             r      : rasio / tingkat bunga
                                                                             n     : tahun ke-n
                                                                   
>Contoh Soal<
@ Budi menabung selama 5 tahun berturut-turut dengan jumlah yang sama yaitu Rp.1.000.000 / tahun. Dengan tingkat bunga 10% pertahun, berapa tabungan Budi pada tahun ke-5?
Jawab :
-Dik : X =Rp.1.000.000
           r =10%=0,1
           n = 5
-Dit : FVA=.........................??
Penyelesaian : 
FVA = X {(1+r)n-1}/r
        = 1.000.000 {(1+0,1)5-1}/0,1 
        = 1.000.000 (6,105)
        = 6.105.000

4) Present Value Anuity
                 Merupakan serangkaian pembayaran atau penerimaan sejumlah uang dengan jumlah yang sama besar yang dilakukan selama periodik dengan jangka waktu tertentu.
Formula Present Value Anuity:

                                                                             Keterangan :
PVA = {C-C(1+r)n}/r                PVA : Present Value Anuity
                                                                               C   : Aliran kas
                                                                                r    : Rasio / Tingkat bunga
                                                                                n    : Tahun ke-n

>Contoh Soal<
@ Kredit TV ditoko dengan angsuran tiap bulan Rp.400.000 selama 6 tahun, tingkat bunga yang ditetapkan adalah 2%. Berapa nilai kas pembayaran angsuran tersebut saat ini?
Jawab :
-Dik : C = 400.000
          r  = 2%=0,02
          n = 6
-Dit : PVA=........................??
Penyelesaian :
PVA = {C-C(1+r)n}/r
        = {400.000-400.000 /(1+0,02) 6} / 0,02
        =  {400.000 - 355.189}/0,02
        = 2.240.550 

 

Masalah Penjualan

Tugas Pengantar Bisnis Ke-2

Masalah Penjualan



Kali ini saya ingin membahas tentang masalah penjualan, yang sebelumnya saya juga telah membahas tentang masalah pemasaran. Mungkin, banyak yang mengira bahwa pemasaran dan penjualan itu sama. Tetapi sebenarnya pemasaran dan penjualan itu berbeda. Sebelum saya membahas tentang masalah penjualan lebih lanjut, saya akan menjelaskan perbedaa antara pemasaran dan penjualan terlebih dahulu.
Perbedaan antara Pemasaran dengan Penjualan yang lainnya:
             Pemasaran lebih mempriorotaskan kebutuhanan para konsumen sebelum membangun sebuah barang/ produk dengan megutamakan barang tersebut dan dapat memuaskan kebutuhan para konsumen dengan jangka yang panjang. sedangkan penjualan lebih di fokus kan kepada layanan dengan langsung berinteraksi dengan cara memberikan pelayanan yang dapat memuaskan konsumen, dan mampu mengatasi setiap keluhan dari konsumen. hal ini dilakukan agar dapat mendapatkan pelanggan konsumen sebanyak mungkin penjualan dengan sedikit kepuasan konsumen/pelanggan serta untuk mencari keuntungan atau laba
Konsep Penjualan => sebuah perusahaan membuat produk dan kemudian mendayagunakan aneka metode penjualan untuk membujuk konsumen membeli produknya. Ini berarti bahwa perusahaan mengarahkan permintaan konsumen agar sesuai denngan supply yang diajukan.
Konsep Pemasaran => perusahaan menjajaki apa yang diinginkan oleh konsumen dan kemudian berusaha mengembangkan produk yang akan memuaskan keinginan konsumen dan sekaligus memperoleh laba. Disini perusahaan menyesuaikan supply mereka untuk memenuhi permintaan konsumen.

Kegiatan penjualan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya:
1.      Kondisi dan Kemampuan Penjual
Transaksi jual beli atau pemindahan hak milik secara komersial atas barang dan jasa itu pada prinsipknya melibatkan dua pihak, yaitu penjual sebagai pihal pertama dan pembeli sebagai pihak kedua.
2.      Kondisi Pasar
Pasar, sebagai kelompok pembeli atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan, dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualannya.
3.      Modal
Akan lebih sulit bagi penjual untuk menjual barangnya apabila barang yang dijual tersebut belum dikenal oleh calon pembeli, atau apabila alokasi pembeli jauh dari tempat penjual. Dalam keadaan seperti ini, penjual harus memperkenalkan dulu produknya dan membawa barang­nya ke tempat pembeli.
4.      Kondisi Organisasi Perusahaan
Pada perusahaan besar, biasanya masalah penjualan ini ditangani oleh bagian tersendiri (bagian penjualan) yang dipegang orang-orang tertentu/ahli di bidang penjualan. Lain halnya dengan perusahaan kecil dimana masalah penjualan ditangani oleh orang yang juga melakukan fungsi-fungsi lain.
5.      Faktor Lain
Faktor-faktor lain, seperti: penarikan, peragaan, kampanye, pemberian hadiah, seiring mempengaruhi penjualan. Dari beberapa pengertian penjualan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Penjualan adalah penyerahan barang dan jasa atau aktivitasnya lainnya dalam periode tertentu dengan membebankan suatu jumlah tertentu kepada langganan atau konsumen.

Masalah-masalah yang akan muncul dalam penjualan suatu produk antara lain:
1)Penentuan jalur distribusi yang paling efektif dan efisien.

Penentuan jalur distribusi kerap menjadi permasalahan dalam penjualan, karena apabila terjadi kesalahan dalam pemilihan jalur pendistribusian akan menghambat proses penjualan kepada konsumen. Oleh karena itu perusahaan harus lebih teliti dan bijak dalam memilih jalur pendistribusian yang tepat.
2)Menentukan atau mencari metode penjualan yang paling murah biayanya dan tepat sasaran.

Menentukan metode penjualan juga penting untuk proses penjualan yang akan dilakukan, dalam memilih metode penjualan harus yang tepat dan juga tidak memakan biaya yang relatif mahal karena hal itu akan membuat pengeluaran produksi lebih banyak.
3)Persepsi masyarakat atau calon konsumen/pembeli terhadap produk yang dipasarkan.

Produk yang dijual atau yang ditawarkan kepada konsumen juga harus berkualitas dan sesuai dengan harga penjualan yang ditawarkan. Tentunya perusahaan harus bisa mendapat respon dan tanggapan yang positif dari masyarakat mengenai produk yang dijualnya.
4)Bagaimana perusahaan dapat menciptakan loyalitas pelanggan terhadap produk yang mereka pasarkan atau jual.
5)Ancaman dari produk perusahaan pesaing.

Tentunya dalam penjualan terdapat pesaing disekitar perusahaan, oleh karena itu perusahaan harus dapat meyakinkan dan mengambil hati masyarakat tentang produk yang diproduksinya itu dengan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen.

Masalah Pemasaran

Tugas Pengantar Bisnis Pertama : 

Masalah Pemasaran

PENGERTIAN PEMASARAN
Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.Pada saat ini kegiatan pemasaran mempunyai peranan yang sangat pentingdalam dunia usaha. Kadang-kadang istilah pemasaran ini diartikan sama dengan beberapa istilah,seperti : penjualan, perdagangan, dan distribusi. Dalam bidang bisnis setiap usaha mempunyai hambatan atau permasalahannya. Dan saya akan membahas masalah pemasaran tersebut.



Masalah Pemasaran atau masalah marketing adalah salah satu dari sekian banyak masalah yang dihadapi perusahaan sehari-hari. Di bidang teknologi para ahli telah banyak menemukan hal-hal yang baru yang kemudian dijelmakan menjadi mesin-mesin dan metoda baru yang mengakibatkan para produsen mampu bekerja secara lebih efisien. Penemuan baru ini mendorong timbulnya usaha-usaha baru di berbagai bidang, dengan menghasilkan produk-produk baru pula. Demikianlah dunia industri makin berkembang dari waktu ke waktu. Para produsen kemudian dihadapkan pada masalah lain, yakni bagaimana menjual hasil produk tersebut agar uang yang telah diinvestasikan dapat segera kembali dengan membawa sejumlah keuntungan.


Di lain pihak, pembeli (tepatnya calon pembeli) mempunyai kebebasan untuk memutuskan alokasi uang yang dimilikinya. Makin banyak penjual yang menawarkan produk yang serupa, makin terbuka pula kesempatan nereka untuk memilih. Tentu banyak hal yang mereka pakai sebagai bahan pertimbangan sebelum menentukan produk apa yang dibeli, kapan pembelian dilakukan, di mana tempat membeli, dan berbagai yang lain. Ada yang membeli produk karena harga yang murah, mutu yang tinggi, pemeliharaannya mudah, pemakaiannya sederhana, wama yang menarik, ukuran yang sesuai, bentuk yang tepat dan pertimbangan lain. Begitu pula dalam memutuskan tempat membeli, seseorang mungkin mempertimbangkan jarak yang dekat, toko yang lengkap, susunan barang-barang yang menarik, pelayanan yang memuaskan dan sebagainya. Pendek kata, pasar yang ada sekarang lebih merupakan Pasar Pembeli. Artinya, “kekuasaan” untuk menentukan terjadinya sesuatu transaksi lebih banyakberada di tangan pembeli.

Secara ringkas perlu ditekankan disini bahwa pasar yang dihadapi oleh sebagian besar pengusaha adalah yang rasionil. Tampaknya calon pembeli tidak dapat dijadikan obyek yang pasif, yang secara spontan akan menerima dan mempercayai penjual dan produk-produk yang ditawarkannya. Pepatah “Kalau tidak dapat menipu jangan berdagang” tampaknya sekarang ini sudah tidak berlaku lagi. Pembeli masa kini adalah pembeli yang kritis, yang masing-masing mempunyai prioritas barang-barang mana yang dibutuhkannya, barang-barang apa yang disukainya dan sebagainya.Dengan demikian, di dalam suatu di mana pasar digunakan sebagai tempat untuk memperoleh dan menyampaikan barang atau jasa, dan bukan dengan sistem jatah, maka peranan pemasaran tidak boleh diabaikan . Kegagalan pengusaha untuk mendapatkan pembeli bagi produknya merupakan salah satu penyebab utama kegagalan yang terjadi. Kegagalan menjual akan meyebabkan suatu rentetan yang panjang berupa: 
- Penumpukan persediaan barang jadi.
- peningkatan biaya penyimpanan dan pemeliharaan
- peningkatan  kerusakan barang,
- kelambatan perputaran dana
- terlalu kecilnya “return” bagi dana yang ditanamkan
- keterlambatan mengembalikan pinjaman pada bank,
- berkurangnya kepercayaan dari kreditur ,
- menurunnya harga saham, dan sebagainya.
Kesemua “anggota” rentetan ini tidak lain akan mengakibatkan kerugian yang diderita oleh perusahaan. Oleh karenanya penting untuk mempelajari masalah pemasaran atau masalah marketing demi kelangsungan sebuah perusahaan.

.Mengatasi Masalah Pemasaran

Ini adalah salah satu faktor paling penting dalam kesuksesan sebuah bisnis. Tanpa pemasaran yang baik ide dan gagasan yang baik tidak akan bertumbuh secara baik. Pemasaran terdiri atas 4 aspek yaitu 
1.Produk 
2.Harga
3.Promosi
4.Tempat.
Jika keempat aspek diatas dapat anda menfaatkan tentu pemasaran lebih mudah dan bisnis anda akan cepat bertumbuh.
Kendala-kendala pemasaran dapat di atasi apabila segala sesuatunya mengenai pemasaran dapat direncanakan terlebih dahulu, selain itu  melaksanakan Bauran Pemasaran (Marketing Mix) harus di laksanakan secara tepat juga merupakan upaya di dalam mengatasi kendala pemasaran di dalam berwirausaha. Seorang wirausaha harus mempelajari dan mengikuti perkembangan IPTEK agar tidak tertinggal terhadap informasi-informasi baru yang berhubungan dengan usahanya, selain hal tersebut bekerja sama dengan wirausahawan luar negeri atau pengusaha bertaraf internasional merupakan upaya untuk memudahkan pemasaran karena telah ada kerja sama sebelumnya antara kedua belah pihak wirausaha. Bekerja sama dengan wirausaha asing dapat untuk  menyelesaikan masalah hambatan ekspor antar negara agar dapat ditemukan jalan keluar dari suatu permasalahan yang menjadi kendala pemasaran tadi.  

Rabu, 27 November 2013

Lirik Lagu Agnes Monica_Things Will Get Better

Agnes Monica - Things will get better

I'm the one that always been here
Even through the darkest nights

Unbreak the tide for you and me

All i ever needed was you
You never have the worry at all

What happen to us
What happen to love

Every step seems just a lil better
Your mistakes don't really seem to matter
I won't let go we're okay

As long as i got you and you got me..
I've been saying to myself BE STRONGER
We can work it out

It's gonna take a lil bit longer
As long as i got you And you got me
You say.. Things will get better..

And the mirror's never been so clear
Every shadow like a broken glass
Can we mend the past with me
And you.. Maybe i should face the truth
I need you to be what i know you can be

Don't give up on us..
Don't give up on love..

As long as i got you And you got me
You say.. Things will get better..

Things will get better.. Tell me..
Things will get better..
 
# i like this song :) :) :)  how aout you ???